Minggu, 28 Maret 2021

BANGUN RUANG SISI DATAR

 


A. KUBUS

BE, BG = diagonal bidang
CE, DF = diagonal ruang
Beberapa contoh jaring-jaring kubus:

Sifat-sifat Kubus:
1. Memiliki 6 buah sisi berbentuk persegi (bujur sangkar)
(ABCD, EFGH, ABFE, CDHG, ADHE dan BCGF)
2. Memiliki 12 rusuk yang sama panjang
(AB,BC,CD,DA,EF,FG,GH,HE,EA,FB,HD,GC)
3. Memiliki 8 titik sudut yang sama besar (siku-siku)
(
A, B, C, D, E, F, G, H)
4. Mempunyai 12 diagonal bidang yang sama panjang
(AC, BD,EG,HF,AF,EB,CH,DG,AH,ED,BG,CF)
5. Mempunyai 4 diagonal ruang
(AG,BH,CE,DF)

Volume = sisi x sisi x sisi = s3

Luas 6 x sisi x sisi = 6s2

Panjang Rusuk = 12 x sisi

Diagonal bidang =

Diagonal ruang = 

Contoh Soal:

Perhatikan gambar sebuah kubus berikut ini

Panjang sisi AB adalah 12 cm. Tentukan:

a) volume kubus

b) luas permukaan kubus

c) panjang semua rusuk kubus

d) diagonal bidang

e) diagonal ruang

Pembahasan

a) volume kubus

V = S³

V = 12³ = 12 x 12 x 12

V = 1.728 cm³

b) luas permukaan kubus

Luas seluruh permukaan untuk kubus tertutup :

L = 6 x S²

L = 6 x 12² = 6 x 12 x 12

L = 864 cm²

c) panjang semua rusuk kubus

Jumlah rusuk kubus ada 12 buah sehingga

Panjang semua rusuk = 12 x S

= 12 x 12

= 144 cm

d) diagonal bidang

Lukis gambar segitiga yang dibentuk oleh titik-titik A, B, dan C seperti ilustrasi berikut:

Dengan dalil phytagoras

AC² = AB² + BC²

AC² = 12² + 12²

AC² = 2 x 12²

AC = √ (2 x 12²)

AC = 12√2 cm

Atau lebih singkatnya berdasarkan rumus di atas  diagonal bidang = s√2 = 12√2cm

e) diagonal ruang

Ilustrasi segitiga yang dibentuk oleh garis A, C dan G

AG² = AC² + CG²

AG²= (12√2)² + 12²

AG² = 288 + 144

AG² = 432

AG = √432 = 12√3 cm

Atau lebih singkatnya berdasarkan rumus di atas  diagonal ruang = s√3 = 12√3cm

B. BALOK

AF, BE, BG, CF = diagonal bidang
AG dan BH = diagonal ruang
Beberapa contoh jaring-jaring balok:

Sifat-sifat Balok:
1
. Memiliki 6 buah sisi yang terdiri dari 3 pasang sisi yang besarnya sama
(ABCD dengan EFGH, EFGH dengan ABCD, ADHE dengan BCGF)
2. Memiliki 12 rusuk yang terdiri dari 3 keleompok rusuk-rusuk yang sama dan sejajar
AB = CD = EF = GH = panjang
BC = FG = AD = EH = lebar
AE = BF = CG = DH = tinggi
3. Memiliki 8 titik sudut
(
A, B, C, D, E, F, G, H)
4. Mempunyai 12 diagonal bidang
(AC, BD,EG,HF,AF,EB,CH,DG,AH,ED,BG,CF)
5. Mempunyai 4 diagonal ruang yang sama panjang
(AG,BH,CE,DF)

Volume = p x l x t

Luas = 2 x { (p x l ) + (p x t) + (l x t) }

Panjang Rusuk 4 x (p + l + t )

Diagonal ruang = 

Diagonal bidang=



Contoh Soal 

Perhatikan gambar kubus berikut!

Tentukanlah:

  1. Volume balok
  2. Luas permukaan balok
  3. Panjang Rusuk.
  4. Diagonal bidang
  5. Diagonal Ruang.

Jawab:

1.       V = p x l x t =  (24 x 8 x 6 ) cm3 = 1152 cm3

2.       Luas permukaan balok =    2 x { (p x l ) + (p x t) + (l x t) }

               =    2 x { (24 x 8) + (24 x 6) + ( 8 x 6) }

               =    2 x { 192 + 144 + 48 }

               =    2 x  384

               =    768 cm2     

3.       Panjang Rusuk                  =    4 x ( p + l + t )

                                               =    4 x ( 24 + 8 + 6 )

                                               =    4 x  38

                                               =    152 cm

4.     Diagonal bidang               =   

5.       Diagonal ruang   

      


C. PRISMA
Prisma adalah bangun ruang yang dibatasi oleh 2 buah bidang berbentuk segi banyak yang sejajar dan sisi-sisi tegak yang berpotongan menurut rusuk-rusuk yang sejajar.
Macam-macam prisma:
1. Prisma segitiga
2. Prisma segiempat
3. Prisma segi-n

Unsur-unsur dari prisma segi-n = ( jumlah segi) 
1. Jumlah titik sudut = 2n
2. Jumlah bidang = n + 2
3. Jumlah rusuk = 3n
4. Jumlah diagonal bidang = n(n+1)
5. Jumlah diagonal ruang = n(n-3)
Volume 
Luas alas x tinggi
Luas Permukaan = ( 2 x luas alas) + ( jumlah luas sisi tegak)

D. LIMAS
Limas adalah bangun ruang yang dibatasi oleh sebuah alas berbentuk segi-n dan sisi tegak berbentuk segitiga yang bertemu pada satu titik puncak.

Unsur-unsur limas segi-n
1. Jumlah titik sudut = n + 1
2. Jumlah bidang = n + 1
3. Jumlah rusuk = 2n
4. Jumlah diagonal bidang = n/2(n - 3)
5. Tidak memiliki diagonal ruang
Volume 
1/3 x Luas alas x tinggi
Luas Permukaan = luas alas + jumlah luas sisi tegak



LINK TUGAS MATEMATIKA KELAS 8
BANGUN RUANG SISI DATAR




Share:

Senin, 15 Maret 2021

LINGKARAN 2


Bagian  2


A. Sudut Antara Dua Tali Busur

1. Sudut Diantara Dua Tali Busur yang Berpotongan di Dalam Lingkaran

Perhatikan gambar lingkaran berikut!
Pada lingkaran O, ∠AOB, ∠BOC, ∠COD dan ∠DOA merupakan sudut pusat lingkaran. garis AC dan garis BD merupakan tali busur dari lingkaran yang berpotongan di dalam lingkaran pada titik E. Sehingga akan membentuk ∠AEB, ∠BEC, ∠CED dan ∠AED yang merupakan sudut - sudut dari perpotongan dua tali busur tersebut.
Oleh karena itu, berlaku persamaan

Berdasarkan persamaan di atas maka kita bisa menuliskan ∠AEB = ∠CED dan ∠BEC = ∠AED. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa besar sudut diantara dua tali busur yang berpotongan di dalam lingkaran sama dengan setengah dari jumlah sudut-sudut pusat yang menghadap busur yang diapit oleh kaki-kaki sudut itu.

Contoh soal.
Perhatikan gambar lingkaran berikut!
Berdasarkan gambar, jawablah pertanyaan berikut!
a. ∠PTS = ∠..... = .......
b. ∠PTQ = ∠..... = .......

Jawab:
a. ∠PTS = ∠RTQ (karena bertolak belakang)
b. ∠PTQ = ∠STR (karena bertolak belakang)
Besarnya sudut dalam hubungannya dengan sudut pusat:
a. ∠PTS = ∠RTQ = ½(∠SOP + ∠QOR) 
b. ∠PTQ = ∠STR = ½(∠SOR + ∠POQ) 

2. Sudut Diantara Dua Tali Busur yang Berpotongan di Luar Lingkaran

Perhatikan gambar berikut
Pada lingkaran O di atas, ∠KOL, ∠LOM, ∠MON dan ∠NOK merupakan sudut pusat lingkaran. Sedangkan garis MN dan garis KL merupakan tali busur dari lingkaran yang berpotongan di luar lingkaran pada titik P. Sehingga akan membentuk ∠KPN yang merupakan sudut dari perpotongan dua tali busur tersebut.
Pada lingkaran di atas, ∠KMN merupakan sudut keliling yang menghadap busur KN, sehingga: ∠KMN= ½ ∠KON.
Sudut ∠MKL adalah sudut keliling yang menghadap busur LM, sehingga: ∠MKL = ½ ∠MOL
Perhatikan ∆KPM
Sudut ∠MKL adalah sudut luar ∆KPM, sehingga berlaku
Sudut Diantara Dua Tali Busur
Jadi lebih singkatnya dapat dikatakan :

∠KPN = ∠LPM = ½(∠MOL - ∠KON) 

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa besar sudut antara dua tali busur yang berpotongan di luar lingkaran sama dengan setengah dari selisih sudut-sudut pusat yang menghadap busur yang diapit oleh kaki-kaki sudut itu

B. Garis Singgung Lingkaran

Garis singgung lingkaran adalah garis yang memotong lingkaran di satu titik dan tegak lurus dengan jari-jari yang melalui titik singgungnya. Garis a adalah garis singgung lingkaran yang menyinggung lingkaran di titik A. Garis a tegak lurus OA.
Maka panjang AB = √ OB2 - OA2

Contoh Soal:

Perhatikan gambar lingkaran berikut.

PQ adalah garis singgung lingkaran O yang berjari-jari 5 cm.

Jika panjang garis QR adalah 8 cm, tentukan luas segitiga QOS

Pembahasan
PQ garis singgung lingkaran, sehingga PQ tegak lurus dengan OS (jari-jari lingkaran). 

Dengan phytagoras didapat panjang QS sebagai tinggi segitiga sbb:

                    
Sehingga luas segitga QOS adalah : 
                    L = ½OS x QS
                    L = ½ x 5 x 12
                    L = ½ x 60
                    L = 30 cm²

1. Garis singgung persekutuan dalam dua lingkaran
AB disebut garis singgung persekutuan dalam dua lingkaran P dan Q

Keterangan:
R = jari-jari lingkaran P 
r = jari-jari lingkaran Q 
s = panjang garis singgung 
p = jarak antara pusat lingkaran P dan Q
Panjang AB = CQ.
Panjang garis singgung persekutuan dalam AB adalah: AB = CQ = √PQ2 − (R + r)2
                        s   = √p2 − (R + r)2
                            
 Contoh:
Diketahui dua lingkaran dengan pusat P dan Q, jarak PQ = 26 cm, jari-jari lingkaran masing-masing 8 cm dan 2 cm. Panjang garis singgung persekutuan dalam kedua lingkaran adalah….
Penyelesaian:
Diketahui :     p = 26 cm
                     R = 8 cm
                     r  = 2 cm
Ditanyakan :   s = ...?
Jawab :
s   = √p² − (R + r)²
s   = √26² − (8 + 2)²
s   = √676 − 100
s   = √576
s   =  24 cm
   

2. Garis singgung persekutuan luar dua lingkaran
AB disebut garis singgung persekutuan luar dua lingkaran P dan Q.

Keterangan:
R = jari-jari lingkaran P 
r = jari-jari lingkaran Q 
s = panjang garis singgung 
p = jarak antara pusat lingkaran P dan Q
Panjang AB = CQ.
Panjang garis singgung persekutuan luar AB adalah: AB = √PQ2 − (R - r)2
        s   = √p2 − (R - r)2

Contoh:
Diketahui dua lingkaran jari-jari lingkaran masing-masing 14 cm dan 2 cm. Jika jarak antara kedua pusat lingkaran adalah 20 cm maka panjang garis singgung persekutuan luar kedua lingkaran adalah….

Penyelesaian:
Diketahui :     p = 20 cm
                     R = 14 cm
                     r  = 2 cm
Ditanyakan :   s = ...?
Jawab :
s   = √p² − (R - r)²
s   = √20² − (14 - 2)²
s   = √400 − 144
s   = √256
s   =  16 cm

Share:

Minggu, 21 Februari 2021

LINGKARAN 1


Bagian  1


A.  Bagian-bagian lingkaran
Keterangan:
1. Titik O = pusat lingkaran
2. Garis OA =OB = OD = jari-jari lingkaran
3. AB = diameter (garis tengah) lingkaran
4. Garis lurus BD = tali busur
5. Garis lengkung AD dab BD = busur
6. Garis OE = apotema
7. Daerah yang dibatasi oleh dua jari-jari dan satu busur = juring ⇨ misal AOD
6. Daerah yang dibatasi oleh sebuah tali busur dan sebuah busur = tembereng (yang diarsir)

Contoh Soal.
1. Perhatikan gambar berikut:
Disebut apakah daerah yang diberi kode I dan II?
Jawab:  
    -  daerah dengan kode I disebut juring
    -  daerah dengan kode II disebut tembereng

2. Dari gambar di atas sebutkan mana yang dimaksud:
a. jari-jari
b. diameter
c. busur
d. tali busur
e. apotema
Jawab:
a. jari-jari  : ruas garis OA, OB dan OC
b. diameter :  ruas garis AC
c. busur : garis lengkung BC
d. tali busur : garis lurus BC
e. apotema : ruas garis OD

B. Keliling dan Luas lingkaran
  • Keliling lingkaran(K) = 2πr = πd
  • Luas lingkaran(L)π = π (½d)² = ¼πd²  
Keterangan:
r = jari-jari lingkaran
d = diameter lingkaran
π = 22/7 atau 3,14

Contoh soal:
Sebuah lingkaran berjari-jari 21 cm. Hitunglah keliling dan jari-jari lingkaran tersebut jika π = ²²/₇!
Jawab:
a. Keliling lingkaran
    K = 2πr = 2 x ²²/ x 21= 2 x 22 x 3 = 132 cm
    atau
    K = 2πr = (2 x 22 x 21)/7 = 924/7 = 132 cm

b. Luas lingkaran 
    L  = πr² = ²²/₇ x 21² = ²²/ x 21 x 21
        = 22 x 3 x 21 =  1386 cm²
    atau
    L  = πr² = ²²/₇ x 21² = (22 x 21 x 21)/7
        = 9702/7 = 1386 cm²
         

C. Panjang Busur dan Luas Juring

Luas tembereng = luas juring AOD – luas segitiga AOD
atau cara cepatnya:

Luas tembereng = (2/7) x r² 


Contoh Soal:

1. Perhatikan gambar di bawah ini.
Lingkaran di atas memiliki jari-jari 7 cm dan sudut pusat ∝=120°. Hitunglah luas juring yang diarsir (berwana kuning) !
Penyelesaian:
Luas juring (LJ) yang diarsir:
LJ = (/360°) x πr2
LJ = (120°/360°) x (22/7) x (7 cm)2
LJ = (⅟₃) x 154 cm2
LJ = 51,33 cm2

2. Dari soal di atas, hitunglah panjang busur (PB) daerah yang diarsir kuning!
PB = (/360°) x 2πr
PB = (120°/360°) x 2 x 22/7 x 7
PB = (⅟₃) x 44
PB = 14,67 cm

3. Perhatikan gambar berikut!
Hitunglah : a. luas juring PQR
                b. luas tembereng (yang diarsir kuning)
(Gunakan 𝜋 = 3,14)
Jawab:
Dari gambar diketahui bahwa sudut pusat QPR adalah 90⁰ atau sudut tegak lurus sehingga ∝ = 90
a.  Luas juring (LJ)
    LJ = (∝/360⁰) x 𝜋r² = (90⁰/360⁰) x 3,14 x 10 x 10
    LJ = ¼ x 3,14 x 100 = 25 x 3,14
    LJ = 78,3 cm²
b. Luas tembereng (LT)
    LT = LJ - Luas ΔPQR
    
    Dihitung dahulu Luas ΔPQR
    Luas ΔPQR = ½ x alas x tinggi
                    = ½ x 10 x 10 = 5 x 10 = 50 cm²

    Sehingga luas tembereng =
    LT = LJ - Luas ΔPQR
    LT = 78,5 - 50
    LT = 28,5 cm²
Atau 
    LT = (²/₇) x r² = (²/₇) x 10 x 10 =²⁰⁰/₇ = 

D. Sudut Pusat dan Sudut Keliling
Perhatikan gambar di atas
∠AOB = sudut pusat
∠ACB = sudut keliling

Sudut pusat dan sudut keliling saling berhubungan jika sama-sama menghadap busur yang sama.
Terlihat bahwa ∠AOB menghadap busur AB, ∠ACB juga menghadap busur AB,
Sehingga

∠AOB = 2 x ∠ACB  atau  ∠ACB = ½ x ∠AOB
∠ACB = ∠OAC + ∠OBC

Selanjutnya perhatikan gambar berikut:
Besar beberapa sudut keliling yang menghadap busur yang sama adalah sama.

Menurut gambar di atas:
Karena ∠ABE, ∠ACE dan ∠ADE menghadap busur yang sama yaitu busur AE maka:

∠ABE = ∠ACE = ∠ADE

Contoh Soal
1. Perhatikanlah gambar lingkaran berikut ini, kemudian tentukan besarnya sudut a!

Pembahasan:

Sudut a adalah sudut keliling yang menghadap pada busur yang sama dengan sudut pusat sebesar 80º, maka besarnya sudut a dapat kita tentukan yaitu: 

∠a = ½ x 80º = 40º

Maka besar sudut a adalah 40º.

2. Perhatikan gambar!

sudut pusat dan sudut keliling
Hitunglah besar  BAC dan BOC!
Jawab:
a. ∠BAC adalah sudut keliling yang besarnya penjumlahan sudut kaki-kaki segitiga.
    ∠BAC = ∠OBA + ∠OCA = 20⁰ + 25⁰ = 45
b. ∠BOC adalah sudut pusat yang besarnya 2 x sudut keliling.
    ∠BOC = 2 x ∠BAC = 2 x 45⁰ = 90

3. Perhatikan gambar berikut!

Dari gambar di atas jika besar ∠BDA = 52⁰, hitunglah besar ∠BEA dan ∠BCA !
Jawab:
Karena ∠BDA, ∠BEA dan ∠BCA menghadap busur yang sama, maka besar ketiga sudut tersebut sama yaitu 52⁰

E. Segiempat Tali Busur
Segiempat Tali Busur adalah segiempat yang dibatasi oleh empat tali busur dimana keempat titik sudutnya menyinggung sisi lingkaran. 
Pada segiempat tali busur, jumlah dua sudut yang berhadapan adalah 180o.
Sehingga:     ∠A + ∠C = 180o
                    ∠B + ∠D = 180o

Contoh Soal:
Perhatikan gambar di bawah.

Jika besar BCD = 88° dan besar ABC = 92°, tentukan besar CDA dan besar DAB.

Penyelesaian:
Pada segiempat tali busur , jumlah dua sudut yang berhadapan adalah 180o

CDA + ABC = 180°
CDA + 92°= 180°
CDA = 180° - 92°
CDA = 88°

DAB + BCD = 180°
DAB + 88°= 180°
DAB = 180° - 88°
DAB = 92°


LINK TUGAS MATEMATIKA KELAS 8
LINGKARAN 1





Berlanjut ke bagian 2



Share: