Sabtu, 30 Januari 2021

TEOREMA PHYTAGORAS 2

      TEOREMA PYTAGORAS - 2   

Jangan lupa berdoa

Pelajari materi berikut, lalu kerjakan soalnya melalui link yang tersedia di bawah materi ini 

A. Kebalikan Teorema Phytagoras

Berdasarkan teorema Pythagoras, kita dapat membuat pernyataan yang berkebalikan dari teorema. Teorema Pythagoras menyatakan bahwa:

Untuk ∆ABC, jika C adalah sudut siku-siku, maka c2 = a2 + b2

Kebalikan dari teorema Pythagoras adalah:

Untuk ABC, jika c2 = a2 + b2 , maka C adalah sudut siku-siku.

Perhatikan berikut ini:

Dari Gambar (i) diketahui bahwa c2 = a2+ b2. Apakah ACB adalah siku-siku?
Dalam Gambar (ii), panjang DE = x, DF = b, dan EF = a, dan DFE adalah siku-siku, sehingga x2 = a2+ b2.
Dari Gambar (i): c2 = a2+ b2 (diketahui)
Dari Gambar (ii): x2 = a2+ b2 (teorema Pythagoras)
Karena ruas kanan keduanya sama, yakni a2+ b2, maka ruas kiri pastilah sama, sehingga c2= x2 dan c = x.

Karena ruas kanan keduanya sama, yakni a2+ b2, maka ruas kiri pastilah sama, sehingga c2= x2 dan c = x.

Kebalikan teorema Pythagoras mengakibatkan:

Jika a2 = b2+ c2, maka ACB siku-siku di A.

Jika b2 = a2+ c2, maka ACB siku-siku di B.

Jika c2 = a2+ b2, maka ACB siku-siku di C.


B. Menentukan Jenis Segitiga 

Jika kita diberikan ukuran panjang tiga sisi suatu segitiga namun tidak memenuhi persamaan dari teorema Pythagoras? Termasuk jenis segitiga yang bagaimana? Apakah teorema Pythagoras bisa berlaku untuk semua jenis segitiga?

Dengan menggunakan kebalikan dari teorema Pythagoras, kita bisa menguji apakah yang telah diketahui panjang ketiga sisinya merupakan segitiga siku-siku atau bukan segitiga siku siku.

Selain itu, kita juga bisa menentukan segitiga lancip atau segitiga tumpul dengan menggunakan kebalikan dari teorema Pythagoras

Perhatikan gambar berikut ini:



Untuk ACB dengan panjang sisi-sisinya a, b, dan c:

· Jika c2 < a2 + b2, maka ACB merupakan segitiga lancip di C.

· Jika c2 = a2 + b2, maka ACB merupakan segitiga siku-siku di C

· Jika c2 > a2 + b2, maka ACB merupakan segitiga tumpul di C.

Contoh soal :

Sebuah segitga mempunyai sisi-sisi 5 cm, 8 cm dan 10 cm. Apakah segitiga tersebut merupakan segitiga siku-siku, lancip atau tumpul?

Penyelesaian:

Pada segitiga tersebut sisi terpanjang adalah 10 cm, sehingga berdasarkan ketentuan di atas kita anggap c = 10 cm, sedang sisi-sisi yang lain adalah sisi a = 8 cm dan b = 5 cm 

Sebelumnya kita cek apakah c2 = a2 + b2

C2 = 102 = 100,     

a2 = 82 = 64   dan  b2 = 52 = 25, (a2 + b2) = (64 + 25) = 89

Sehingga kita peroleh bahwa:   

  • c2 ≠  a2 + b=>(100≠ 89) artinya segitiga tersebut bukan segitiga siku-siku.
  • c2 > a2 + b2 =>(100>89) artinya segitiga tersebut merupakan segitiga tumpul.

C. Menemukan dan Memeriksa Tripel Phytagoras

Panjang sisi-sisi dari segitiga siku-siku sering kali dinyatakan dalam tiga bilangan asli. Nah, tiga bilangan asli yang memenuhi persamaan pada teorema Pythagoras disebut tripel Pythagoras.

Tripel Pythagoras dapat diuji dengan menguadratkan panjang hipotenusa, yakni c2, kemudian menghitung a2 + b2. Jika kedua penghitungan tersebut memiliki nilai yang sama, maka ketiga bilangan tersebut adalah tripel Pythagoras.


Ada dua cara untuk menentukan apakah susunan beberapa angka merupakan tripel phytagoras. :

1. Perhatikan gambar berikut:


Cara ini meminta kita untuk menentukan sebarang dua bilangan dan menerapkan aturan kepada dua bilangan yang telah ditentukan,untuk selanjutnya menghasilkan tripel Pythagoras

Panjang sisi segitiga siku-siku adalah (p2 + q2), (p2 - q2), dan 2pq. Dengan ukuran panjang itu, ketiganya akan membentuk tripel Pythagoras. Kebenarannya akan diuji dengan menggunakan tabel seperti di bawah ini.

Tabel diisi dengan sebarang dua bilangan asli p dan q dengan ketentuan p > q tujuannya agar tidak diperoleh bilangan negatif pada sisi (p2 - q2).

Selanjutnya digunakan untuk menentukan tiga bilangan yang membentuk tripel Pythagoras.

Contoh Tabel yang Telah Diisi










2.  Menggunakan Rumus :

Keterangan :
-s : adalah sisi terpendek dari segitiga yang dimaksud ( biasa disebut "a")
-M : adalah sisi penyiku yang lain (biasa disebut "b")
Selanjutnya sisi terpanjang dapat dicari dengan rumus phytagoras:
Hasil perhitungannya dapat dilihat pada tabel berikut:

Jika kita simpulkan ada 4 (empat) tipe khusus tripel phytagoras.
Perhatikah tabel berikut ini!



Link menuju soal:










Sumber :

  1. Buku Siswa Matematika Kelas 8 Semester 2
  2. Dokumen Pribadi





































































Share:

Senin, 11 Januari 2021

TEOREMA PHITAGORAS 1

TEOREMA PHYTAGORAS 1


Teorema Phytagoras merupakan sebuah aturan matematika yang bisa dipakai dalam menentukan panjang salah satu sisi dari suatu segitiga siku-siku.

Yang perlu diingat, teorema ini hanya berlaku untuk segitiga siku-siku. 

Pada dasarnya, teorema pythagoras sangatlah sederhana yakni kita hanya diminta untuk menghitung panjang sisi dari suatu segitiga siku-siku di mana sisi lainnya telah kita ketahui.

Pembahsan selengkapnya mengenai teorema pythagoras silahkan simak baik-baik ulasan berikut ini.

Bunyi Teorema Phytagoras
"Pada segitiga siku-siku, kuadrat sisi terpanjang/sisi miring adalah sama dengan jumlah kuadrat sisi-sisi yang lainnya"

Sisi  terpanjang atau sisi miring disebut juga Hipotenusa

Perhatikan segitiga berikut:

AB = c = sisi miring (SM) atau hopotenusa
BC = a = sisi tegak (ST)
AC = b = sisi alas (SA)
Sisi miring merupakan sisi yang berhadapan dengan sudut siku-siku.
Sehingga berlaku Rumus Phytagoras:
Selanjutnya:

Contoh Soal:

Perhatikan segitiga siku-siku berikut!

a. Tentukan panjang x!

Penyelesaian:

b.  Tentukan Panjang x!

c. Sebuah kapal berlayar sejauh 15 km ke arah Utara, lalu berbelok kearah Barat sejauh 36 km. Hitunglah berapa jarak dari titik awal keberangkatan kapal ke titik akhir!

Penyelesaiannya:

Diketahui :
AB = 15 km
BC = 36 km

Ditanya? : Jarak titik awal ke akhir = AC

Jawab :

Contoh Soal Tentang Teorama Pytagoras Dan Pembahasannya Materi SMP Terlengkap

d. Agus berjalan dari rumahnya menuju ke sekolah. Dari rumah Agus berjalan sejauh 300 meter ke arah Timur. Lalu  dilanjutkan 400 meter ke arah Utara. Berapakah jarak terdeketat dari Rumah Agus ke Sekolah?








Penyelesaiannya:

Diketahui:

AB = 300m
BC = 400 m

DitanyaJarak dari Agus rumah ke sekolah (AC)?

Jawab:







Jadi, jarak terdekat dari rumah Agus ke sekolah adalah 500m.

Tripel Phytagoras

Perhatikan beberapa contoh bilangan yang ada di bawah ini:

3, 4 dan 5

6, 8 dan 10

9, 12 dan 15

dan:

5, 12, dan 13

10, 24 dan 26

15, 36 dan 39

Beberapa bilangan yang disebutkan di atas merupakan bilangan-bilangan yang memenuhi aturan rumus Phytagoras dan disebut Tripel Phytagoras

Adapun bilangan Tripel Phytagoras bisa didefinisikan sebagai berikut.

Tripel Phytagoras merupakan berbagai bilangan bulat positif yang kuadrat bilangan terbesarnya mempunyai nilai yang sama dengan jumlah dari kuadrat bilangan-bilangan lainnya.

Pada umumnya, Tripel Phytagoras terbagi menjadi dua macam, yakni Tripel Phytagoras Primitif dan Tripel Phytagoras Non-Primitif.

Tripel Phytagoras Primitif merupakan Tripel Phytagoras yang di mana seluruh bilangannya mempunyai FPB sama dengan 1.

Sebagai contoh, dari bilangan Tripel Phytagoras Primitif yaitu antara lain: 3, 4, dan 5 serta 5, 12, 13.

Sementara untuk Tripel Phytagoras Non-Primitif merupakan Tripel Phytagoras di mana bilangannya mempunyai FPB yang tidak hanya sama dengan satu.

Sebagai contoh yaitu:6, 8, dan 10; 9, 12, dan 15; 12, 16, dan 20; dan juga 15, 20, dan 25.

Pola angka pythagoras (Triple phytagoras) berfungi guna menyelesaikan soal pythagoras dengan mudah, berikut pola angka (triple pythagoras) tersebut yaitu:












Kegunaan Dalil Teorema Phytagoras

Selain dimanfaatkan dalam menentukan panjang salah satu sisi segitiga yang tidak diketahui, dalil atau bungi dari Pythagoras ini juga bisa dipakai dalam beberapa perhitungan, diantaranya yaitu:

  1. Menentukan panjang diagonal persegi
  2. Menentukan diagonal ruang kubus dan juga balok

Berikut diberikan penjelasan dari masing-masing kegunaanya:

1. Menentukan panjang diagonal persegi

Diberikan suatu persegi panjang ABCD seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini:









Garis AC merupakan garis diagonal persegi. Apabila panjang sisi-sisi persegi tersebut diketahui, maka panjang diagonalnya bisa kita hitung dengan menggunakan dalil Pythagoras seperti berikut:

AC2 = AB2 + BC2

AC2 = AD2 + CD2 

Contoh soal: 

Sebuah persegi ABCD mempunyai panjang 8 cm dan lebar 6 cm. Tentukanlah panjang diagonal dari persegi tersebut.

Jawab: 

Diketahui:

  • panjang = p = 8 cm
  • lebar = L = 6 cm

Ditanya:

  • diagonal = d = … ?

Berdasarkan dalil Pythagoras, maka:

⇒ d2 = p2 + L2
⇒ d2 = 82 + 62
⇒ d2 = 64 + 36
⇒ d2 = 100
⇒ d = √100
⇒ d = 10 cm

Sehingga, panjang diagonal persegi pada soal di atas adalah 10 cm.

2. Menentukan diagonal ruang kubus dan juga balok 

Diberikan suatu balok ABCD.EFGH seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini:









Garis AG merupakan salah satu diagonal ruang dalam balok tersebut. Panjang diagonal ruang AG bisa kita hitung berdasarkan dalil Pythagoras seperti berikut ini:

AG2 = AC2 + CG2

Keterangan: 

AG = diagonal ruang

CG = tinggi balok

AC = diagonal bidang alas


Kemudian perhatikan alas balok yakni persegi ABCD. Berdasarkan dari bunyi Pythagoras, panjang diagonal bidang AC bisa kita hitung dengan menggunakan rumus berikut:

AC2 = AB2 + BC2

Keterangan:

AB = panjang balok

BC = lebar balok

Karena, AC2 = AB2 + BC2, maka rumus panjang diagonal ruang AG bisa kita ubah menjadi:

AG2 = AC2 + CG2
AG2 = AB2 + BC2 + CG2
AG2 = p2 + L2 + t2

Sehingga, rumusnya akan menjadi:

dr2 = p2 + L2 + t2

Keterangan:

dr = diagonal ruang

p = panjang balok

L = lebar balok

t = tinggi balok


Contoh soal: 

Suatu balok memiliki panjang, lebar, dan tinggi berturut-turut yaitu 12 cm, 9 cm, dan 8 cm. Tentukanlah panjang salah satu diagonal ruangnya!

Jawab: 

Diketahui:

  • p = 12 cm
  • L = 9 cm
  • t = 8cm
Ditanya:

  • dr = … ? (diagonal ruang)

Berdasarkan dari bunyi atau dalil Pythagoras, maka:

dr2 = p2 + L2 + t2
dr2 = 122 + 92 + 82
dr2 = 144 + 81 + 64
dr2 = 289
dr = √289
dr = 17 cm

Sehingga, panjang diagonal ruangnya yaitu 17 cm


Untuk melengkapi pemahaman kalian, simaklah video berikut ini!





Setelah mepelajari materi, kerjakan soal berikut ini 

ADELIA  ALEXSA  ANDRIANISA





Sumber:

  1. https://www.yuksinau.id
  2. https://www.pelajaran.co.id
  3. https://www.ilmusosial.id
  4. https://www.youtube.com





Share: